Pages

Rabu, 19 Oktober 2011

Sosial Budaya dan Masyarakat




PENDAHULUAN

Untuk menganalisa secara ilmiah tentang gejala-gejala dan kejadian sosial budaya di masyarakat sebagai proses-proses yang sedang berjalan atau bergeser kita memerlukan beberapa konsep.konsep-konsep tersebut sangat perlu untuk menganalisa proses pergeseran masyarakat dan kebudayaan serta dalam sebuah penelitian antropologi dan sosiologi yang disebt dinamika social.

Konsep-Konsep Penting Dalam Sosial Budaya Masyarakat.
Konsep-konsep penting tersebut antara lain internalisasi  , sosialisasi,dan enkulturasi. Kemudian ada juga evolusi kebudayaan yang mengamati perkembangan kebudayaan manusia dari bentuk yang sederhana hingga  bentuk yang semakin lama semakin komplek. Serta juga ada difusi yaitu penyebaran kebudayaan secara geografi ,terbawa oleh perpindahan bangsa-bangsa di muka bumi .Proses lain adalah proses unsure kebudayaan asing oleh warga masyarakat yaitu proses alkulturasi dan asimilasi.Akhir nya ada proses pembaharuan atau inovasi yang berhubungan erat dengan penemuan baru.

Proses Internalisi
Manusia mempunyai bakat tersendiri dalam gen nya untuk mengembang berbagai mavam perasaan, hasrat, nafsu, serta emosi kepribadian. Tetapi wujud dari kepribadian nyaitu sangat di pengaruhi oleh berbagai macam stimuli yang ada di sekitar alam dan lingkungan sosial dan budaya nya.maka proses internalisasi adalah proses panjang sejak seorang individu di lahirkan sampai ia hamper meninggal,dimana ia belajar menanamkan dalam kepribadian nya segala hasrat, perasaan, nafsu serta emosi yang di perlukan sepanjang hidup nya.

Proses Sosial
Proses ini bersangkutan dengan proses kebudayaan dalam hubungan dengan sistem sosial. Dalam prose itu individu dari masa anak-anak hingga masa tua nya belajar pola-pola tindakan dalam interaksi dengan egala macam individu di sekelilingi nya yang menduduki beraneka macam peranan sosial yang mungkin ada dalam kehidupan sehari-hari.

Proses Enkulturasi
Dalam proses ini eorang individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran erta sikap dengan adat-istiadat, sistem norma, serta peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaan nya .kata enkulturasi dalam bahaa Indonesia juga bearti “pembudayaan”. Seorang individu dalam hidup nya juga sering meniru dan membudayakan berbagai macam tindakan setelah perasaan dan nilai budaya memberi motivasi akan tindakan meniru itu telah diinternaliasi dalam kepribadianya.

Penyebaran Manusia
Ilmu paleoantropologi memperkirakan bahwa manusia terjadi di daerah sabana tropical di Afrika Timur, dan sekarang  mahluk ituudah menduduki hamper seluruh permukaan bumi ini. Hal ini diterangkan dengan adanya proses pembiakan dan penyebaran atau migrasi yang disertai dengan proses adaptasi  fisik dan soial budaya.

Penyebaran Unsur-unsur Kebudayaan
Bersama dengan penyebaran dan migrasi kelompok manuia di muka bumi , turut pula tersebar unsure kebudayaan dan sejarah dari proses penyebaran unur penyebaran seluruh penjuru dunia yang disebut  proses difusi. Salah satu bentuk difusidibawa oleh kelompok yang berimigrasi ,namun bisa juga tampa ada nya migrasi ,tapi karena ada individu yang membawa unsure kebudayaan itu , dan mereka adalah para pedagang dan pelaut.

Akulturasi dan Pembaruan atau Asimilasi
Proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia  dengan suatu kebudayaan tertentu di hadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing dengan demikian rupa, sehingga unsur kebudayaan asingtersebut lambat laun diterima dan diolah kedalam kebudayaansendiri tampa menyebabkan hilang nya kepribadian kebudayaan itu sendiri

Asimilasi
Proes sosial yang timbulbila ada golongan manusia dengan latar kebudayaan yang berbeda-beda.Kemudian saling bergaul secaraintensif untuk waktu yang lama, ehingga kebudayaan golongan tadi masing-masing berubah sifat yang khas, dan jugaunsur nya masing-masing berubah wujud nya menjadi unsur kebudayaan yang campuran.

Pembaharuan atau asimilasi
Inovasi dan penemuan .Inovasi adalah suatu proses pembaharuan dari penggunaan sumber alam , energi dan modal, pengaturan baru dari tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru yang semua akan menyebbkan adanya suatu sistem produksi, dan dibuat nya produk baru. Proses inovasiangat erat kaitan nya  dengan teknologi dan ekonomi. Dalam suatupenemuan baru biasa nya membutuhkan proses sosial yang panjang yang melalui dua tahap khusus yaitu: dicovery dan inovation.
Discovery adalah suatu penemuan dari suatu unsur kebudayaan yang baru, baik berupa suatu alat baru,ide baru, yang diciptakan oleh individu atau suatu rangkaiandari beberapa individu dalam masyarakat yang bersangkutan. Discovery baru menjadi invention apabila masyarakat sudah  mengakui, menerima dan menerapkan penemuan baru itu. Faktor-faktor penemuan baru bagi individu dalam suatu masyarakat untuk memulai dan mengembang penemuan baru adalah:
1.     Kesadaran para  individu akan kekurangan dalam kebudayaan.
2.     Mutu dari keahlian dalam suatu kebudayaan.
3.     Sistem perangsang bagi aktivitas menciptakan dalam masyarakat.
Perubahan sosial budaya itu  berjalan dengan cepat seiring dengan perkembangan waktu . masyarakat yang mudah mengalami perubahan sosial sering di sebut dengan masyarakat dinamis.

Pengertian perubahan sosial budaya
Perubahan yang terjadi pada suatu masyarakat dapat menyangkut perubahan nilai-nilai, norma, pola perilaku struktur, susunan lembaga sosial, kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial dan sebagai nya  . Aspek-aspek perubahan sosial tersebut begitu luasnya, sehingga perlu sekali dikemukakan beberapapengertian perubahan sosial budaya masyarakat.


TINJAUAN TEORI

Selama ini didesa telah ada seperangkat lembaga yang muncul dan timbul dari inisiatif  masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan hidup yang harus dipenuhinya. Sarana yang paling tepat untuk mempercepat  pembangunan pendesaan adalah masyarakat mengeluarkan  kebijakan mengenai  perlunya pembentukan lembaga kemasyarakat modern dengan pertimbangan, bahwa  lembaga kemasyarakatan modern yang dibuat pemerintah memang di rancang ecara khusus untuk kegiatan pembangunan akan lebih memberikan peluang yang besar guna keberhasilan pembangunan itu sendiri umumnya bercorak cultural, agamis dan tradisional.

Perubahan Sosial dan Gerakan Sosial
Perubahan sosial terjadi apabila terdapat agen perubahan, pada tingkat kelembagaan sering kali di jumpai adanya gerakan sosial.Kondisi ideal perubahan  yang terjadi  merupakan proses tuntutan dari  bawah (bottom up) namun seringkali pula  perubahan  melalui gerakan sosial juga berasal dari  kalangan elit( top down).
Gerakan sosial merupakan bentuk dari kolektivitas orang-orang di dalamnya untuk membawa  atau menentang perubahan.gerakan sosial seringkali tidak berwujud organisasi formal, namun dapat pula merupakan bagian dari organisasi .Sehingga tidak mengherankan  apabila di dalam organisasi terdapat kelompok  yang  saling bertentangan  dan masing-masing mewujudkan dirinya dalam bentuk gerakan sosial.
pada karakteristik dari masing- bahasanya masing individu. Salah satu teori yang berkembang adalah tentang pasikologi massa merupakan salah satu bagian dari psikologi yang bertujuan untuk mengetahui perilaku atau tindakan orang dalam satu kelompok yang besar, kerumunan masyarakat dan bagaimana hubungan antara perilaku tersebut dengan kondisi biologis dan latar belakang budaya orang yang bersangkutan. Menurut para ilmuwan para psikologis, seseorang memperlihatkan identitas nya tergantung dari kemampuannya untuk menggambarkan tindakannya, sebaik kemampuan untuk merespon tindakan dari orang lain.psikologis massa fokus mempelajari tiga hal,yaitu: kebiasaan ssosial yang dilakukan individu,interaksi satu individu dengan yang lain, dan gambaran individu dalam budaya sosial. Teori psikologi massa mencoba untuk menjelaskan kenapa identitas, status dan peran individu dipelihara atau dihilangkan oleh pengaruh dan tindakan individu lain dalam bentuk kelompok di masyarakat dan bagaimana orang menjadi terpengaruh dan mengikuti tren, mode, politik, pergerakan maupun agama.

Perubahan Sosial di Tingkat Kelembagaan
Berbagai analisis tentang perubahan sosial ditingkat kelembagaan pedesaan jawa telah banyak diulas oleh para peneliti. Geertz telah memberikan penjelasan tentang hal itu.konsep involusi pertanian dan kemiskinan berbagai yang disampaikan oleh Geertz menggambarkan kegagalan pembangunan pertanian di jawa. Revolusi hijau membawa dampak pada terjadi nya polarisasi penduduk Jawa menjadi golongan pemilik tanah dan buruh tani.
Perubahan kelembagaan dipandang sebagai bentuk penyesuaian bentuk pranata di sipenyebab adanya ketidakefesienan pranata yang ada di pedesaan. Pandangan Marx tentang perubahan sosial menyatakan bahwa factor materialis sebagai penyebab perubahan sosial. Masuknya teknologi menyebabkan perubahan modal produksi yang akhirnya membentuk perubahan pada kehidupan sosial, ekonomi dan politik.

Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.



STUDI KASUS

Untuk mempelajari perubahan masyarakat, perlu kita ketahui sebab-sebab yang melatarbelakangi terjadinya perubahan itu. Apabila diteliti lebih mendalam sebab terjadinya suatu perubahan masyarakat, mungkin karena adanya sesuatu yang dianggap sudah tidak lagi memuaskan. Mungkin saja karena ada faktor baru yang lebih memuaskan masyarakat sebagai pengganti faktor yang lama itu,. Mungkin saja masyarakat mengadakan perubahan karena terpaksa demi untuk menyesuaikan suatu faktor dengan faktor-faktor lain yang sudah mengalami perubahan terlebih dahulu.

Pada umumnya dapat dikatakan bahwa sebab-sebab tersebut mungkin sumbernya ada yang terletak didalam masyarakat itu sendiri dan ada yang letaknya diluar. Sebab-sebab yang bersumber dalam masyarakat itu sediri, antara lain adalah:

1. Bertambah atau Berkurangnya Penduduk. Pertambahan penduduk yang sangat cepat di pulau jawa menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat, terutama lembaga-lembaga kemasyarakatannya. Berkurangnya penduduk mungkin disebabkan berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau ke daerah-daerah lain (misalnya Transmigrasi). Perpindahan penduduk mengakibatkan kekosongan, misalnya, dalam bidang pembagian kerja dan stratifikasi sosial, yang mempengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan. Perpindahan penduduk telah berlangsung beratus-ratus ribu tahun lamanya didunia ini. Hal itu sejajar dengan bertambah banyaknya manusia penduduk bumi ini. Pada masyarakat-masyarakat yang mata pencaharian utamanya berburu, perpindahan sering kali dilakukan, hal mana tergantung dari persediaan hewan-hewan buruannya. Apabila hewan-hewan tersebut habis, maka mereka akan berpindah ketempat-tempat lainnya.


2. Penemuan-penemuan Baru. Suatu proses sosial dan kebudayaan yang besar, tetapi yang Proses tersebut meliputi suatu penemuan baru, jalannya unsur kebudayaan baru yang tersebar ke lain-lain bagian masyarakat, dan cara-cara unsur kebudayaan baru tadi diterima, dipelajari dan akhirnya dipakai dalam masyarakat yang bersangkutan. Penemuan-penemuan baru sebagai sebab terjadinya perubahan-perubahan dapat dibedakan dalam pengertian-pengertian Discovery dan Invention. Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru, baik berupa alat, ataupun yang berupa gagasan yang diciptakan oleh seorang individu atau serangkaian ciptaan para individu. Discovery baru menjadi Invention kala masyarakat sudah mengakui, menerima serta menerapkan penemuan baru itu, dan seringkali proses dari Discovery sampai ke Invention membutuhkan suatu rangkaian pencipta-pencipta.
3. Pertentangan (conflict) Masyarakat. Mungkin pula menjadi sebab terjadinya perubahan sosial dan kebudayaan. Pertentangan-pertentangan mungkin terjadi antara individu dengan kelompok atau perantara kelompok dengan kelompok. Pertentangan kelompok mungkin terjadi antara generasi tua dengan generasi muda. Pertentangan-pertentangan demikian itu kerap kaliterjadi, apalagi pada masyarakat yang sedang berkembang dari tahap tradisional ke tahap modern. Generasi muda yang belum terbentuk kepribadiannya, lebih mudah menerima unsur-unsur kebudayaan asing (misalnya kebudayaan barat) yang dalam beberapa hal mempunyai taraf yang lebih tinggi. Keadaan demikian menimbulkan perubahan-perubahan tertentu dalam masyarakat, misalnya pergaulan yang lebih bebas antara pria dan wanita, atau kedudukan mereka yang kian sederajat di dalam masyarakat dan lain-lainnya.

4. Terjadinya Pemberontakan atau Revolusi. Revolusi yang meletus pada Oktober 1917 di Rusia telah menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar Negara Rusia yang mula-mula mempunyai bentuk kerajaan absolute berubah menjadi diktator proletariat yang dilandasan pada doktrin Marxis. Segenap lembaga kemasyarakatan, mulai dari bentuk Negara sampai keluarga batih mengalami perubahan-perubahan yang mendasar.
Suatu perubahan sosial dan kebudayaan dapat pula bersumber pada sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat itu sendiri. Antara lain:

a. Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada di sekitar manusia.
b. Pengaruh Kebudayaan Masyarakat lain
c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Jalannya Proses Perubahan
d. Faktor-faktor yang Mendorong jalannya proses perubahan
e. Kontak dengan Kebudayaan lain
f. Sistem Pendidikan Formal yang Maju
g. Sikap Menghargai hasi karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju

KEPADATAN PENDUDUK

          Penambahan penduduk yang cepat menyebabkan tingkat kepadatan penduduk menjadi tinggi. Kalian telah mengetahui, bahwa manusia memiliki berbagai kebutuhan.Manusia sebagai makhluk hidup membutuh makanan ,tempat tinggal atau lahan ,air bersih dan udara bersih,serta kebutuhan sosial ekomomi.

PENGARUH KEPADATAN MANUSIA TERHADAP LINGKUNGAN
Pertumbuhan penduduk akan selalu dikaitkan dengan tingkat kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk atau migrasi baik perpindahan ke luar maupun ke luar. Pertumbuhan penduduk adalah peningkatan atau penurunan jumlah penduduk suatu daerah dari waktu ke waktu.
Pertumbuhan penduduk yang minus berarti jumlah penduduk yang ada pada suatu daerah mengalami penurunan yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Pertumbuhan penduduk meningkat jika jumlah kelahiran dan perpindahan penduduk dari luar ke dalam lebih besar dari jumlah kematian dan perpindahan penduduk dari dalam ke luar.
Dinamika kependudukan adalah perubahan kependudukan untuk suatu daerah tertentu dari waktu ke waktu.

Rumus menghitung pertumbuhan penduduk :
p = (I - m) + (i - e)

Keterangan lengkap :
- p = pertumbuhan penduduk
- l = total kelahiran
- m = total kematian
- e = total emigran atau pendatang dari luar daerah
- i = total imigran atau penduduk yang pergi

A.   Dinamika Penduduk
Penduduk merupakan sekumpulan orang-orang yang telah lama menempati suatu daerah. Kepadatan penduduk dapat dihitung berdasarkan jumlah penduduk untuk setiap satu kilometer persegi. Cara menghitungnya adalah dengan membandingkan jumlah penduduk di suatu daerah dengan luas daerah yang ditempati.
Jumlah Penduduk Luas Daerah

B.   Kepadatan penduduk
Jumlah penduduk di suatu daerah atau negara mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan ini disebut dinamika penduduk. Perubahan penduduk ini meliputi kelahiran, kematian, dan migrasi. S edangkan, jumlah penduduk yang meningkat dari tahun ke tahun disebut pertumbuhan penduduk.
Pertumbuhan penduduk sangat dipengaruhi oleh kelahiran, kematian, dan migrasi. Pertumbuhan penduduk dikatakan meningkat bila  kelahiran lebih tinggi daripada kematian. Selain itu, jumlah orang yang datang (bermigrasi) lebih banyak daripada kematian. Pertumbuhan penduduk dikatakan menurun bila kematian lebih ti nggi daripada kelahiran. Selain itu, jumlah orang yang keluar atau bermigrasi lebih sedikit daripada kematian.





1.     Angka Kelahiran (Natalitas)
Angka kelahiran adalah angka yang menunjukkan bayi yang lahir dari setiap 1000 penduduk per tahun. Angka kelahiran bayi dapat dibagi menjadi tiga kriteria, yaitu:
1) Angka kelahiran dikatakan tinggi jika angka kelahiran > 30 per tahun.
2) A ngka kelahiran dikatakan sedang jika angka kelahiran 20-30 per tahun.
3) Angka  kelahiran dikatakan rendah jika angka kelahiran < 20 per tahun.
2. Angka Kematian (Mortalitas)

          Mortalitas merupakan angka yang menunjukkan jumlah kematian dari setiap 1000 penduduk per tahun. Mortalitas dibagi menjadi tiga kriteria, yaitu: 1) Mor talitas dikatakan tinggi jika angka kematian > 18 per tahun. 2) Mortalitas dikatakan sedang jika angka kematian antara 14-18
per tahun. 3) Mortalitas dikatakan rendah jika angka kematian antara 9-13 per
tahun.

2. Migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain. Migrasi dibagi menjadi beberapa macam, yaitu: 1) Emigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain. 2) Imigrasi adalah masuknya penduduk ke dalam suatu daerah negara
tertentu. 3) Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. 4) Transmigrasi adalah perpindahan penduduk antarpulau dalam suatu negara. 5) Remigrasi adalah kembalinya penduduk ke negara asal setelah beberapa lama berada di negara orang lain. Faktor-faktor pendorong adanya migrasi adalah: 1) Makin susah mendapatkan hasil pertanian daerah asal. 2) Makin terbatasnya lapangan kerja di daerah asal. 3) Alasan perkawinan dan pekerjaan. 4) Tidak adanya kecocokan budaya dan kepercayaan di daerah asal. 5) T erjadi bencana alam, seperti: gunung meletus, banjir, dan
gempa. Faktor-faktor pendorong terjadinya migrasi adalah: 1) Adanya harapan bisa mendapatkan pekerjaan yang diinginkan di tempat yang baru.2) Ada  rasa kebanggaan tersendiri berada di tempat yang baru. 3) Adanya kesempatan mendapatan pendidikan yang lebih tinggi. 4) Adanya kesempatan mendapatkan penghasilan yang lebih baik. 5) Adanya aktivitas, tempat hiburan yang menarik minat
seseorang.






































PEMBAHASAN

PENDUDUK
Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua yaitu:
-Orang yang tinggal di daerah tersebut
-Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut.
Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ.
Misalnya bukti kewarganegaraan,tetapi memilih tinggal di daerah lain.
Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Masalah-masalah kependudukan dipelajari dalam ilmu  Berbagai aspek perilaku menusia dipelajari dalam sosiologi, ekonomi, dan geografi. Demografi banyak digunakan dalam pemasaran, yang berhubungan erat dengan unit-unit ekonomi, seperti pengecer hingga pelanggan potensial



Masyarakat
sejumlah manusia (dalam arti yang luas) yang terikat oleh suatu kebudayaan yang di anggap sama..
Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain).masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian  berinteraksi sesama.




Ciri-ciri Masyarakat

ciri-ciri masyarakat itu:
1. Kesatuan antar individu (gabungan dari beberapa individu).
2. Menempati suatu wilayah tertentu.
3. Terdapat sistem yang berlaku dan telah disepakati bersama.
4
 Terdapat interaksi antar sesamanya.


Kebudayaan
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
Kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.
Berdasarkan wujudnya tersebut, Budaya memiliki beberapa elemen atau komponen:
-Kebudayaan material: Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret.
-Kebudayaan nonmaterial
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.budaya sangat erat hubungannya dengan masyarakat.Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata.
Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.budayalah yang menyediakan suatu kerangka untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.
Indonesia Terdiri Atas Ratusan Suku Bangsa Yang Masingmasing Memiliki Adat Istiadat Bahasa Agama Dan Kepercayaan Yang Berbeda Beda Sehingga Tata Kehidupan Nasional Yang Berhubungan Dengan Interaksi Antargolongan Mengandung Potensi Mengembangkan Kehidupan Bangsa Yang Serasi Antara Masyarakat Yang Berbeda Dari Segi Budaya Status Sosial Maupun Daerah Contohnya Dengan Pemerataan Pendidikan Di Semua Daerah Dan Program Wajib Belajar Harus Diprioritaskan Bagi blogspot.com
RESENSI. Sehubungan Dengan Ruang Lingkup Pariwisata Adalah Ruang Lingkup Yang Berhubungan Dengan Fasilitas Yang Dibutuhkan Oelh Manusia Dalam Perjalananya Maka Salah Satu Bagian Indutri Atau Usaha Pariwisata Ini Adalah Usaha Perjalanan Dan Di Sesuaikan Dengan Memperhatiakn Penduduk Aagar Produk Dapat Mengenai Sasaran Dengan Yang Di Harapkan Sesuai Dengan Minat Penduduk Kemampuan Penduduk Kebiasaan Adat Istiadat Dan Iklim

PENUTUP
Perubahan sosial dan kebudayaan adalah bentu perubahan yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat yang menyangkut perubahan tentang norma sosial, nilai sosial, interaksi sosial, pola prilaku, organisasi sosial, lembaga kemasyarakatan, lapisan masyarakat, susunan kekuasaan, dan wewenang.

Teori perubahan sosial dan kebudayaan dapat dibagi 2 bagian:
a. Teori Siklus
b. Teori Linier


Menurut teori siklus Perubahan sosial dan kebudayaan adalah sesuatu yang tidak dapat direncanakan atau diarahkan ke suatu titik tertentu. Akan tetapi, berputar menurut pola melingkar.

Menurut teori linier perubahan sosial dan kebudayaan bersifat linier atau berkembang menuju ke suatu titik tujuan tertentu.
Teori revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara drstis
Teori evolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung sangat lambat dalam jangka waktu yang lama.
Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan kebudayaan
a. Bertambah atau berkurangnya penduduk
b. Penemuan-penemuan baru
c. Pertentangan (conflict) masyarakat
d. Terjadinya pemberontakan atau revolusi
Suatu perubahan sosial dan kebudayaan dapat pula bersumber pada sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat itu sendiri. Antara lain:
1. Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada disekitar manusia
2. Peperangan
3. Pengaruh Kebudayaan Masyarakat lain




DAFTAR PUSTAKA
Soerjono Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Grafindo Persada, 1990


Heri, Jauhari, Penulisan Karya Ilmiah. CV. Pustaka Setia. Bandung


Abdullah, Drs. Aspirasi Sosiologi. CV Pustaka Manggala. Surakarta.


Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. PT RINEKA CIPTA, JAKARTA

0 komentar:

Poskan Komentar